
SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) menggelar Wisuda Tahfidz IV tahun ajaran 2024/2025 pada Sabtu (14/6/2025) di aula AR Fakhruddin lantai 4. Acara ini diikuti 152 santri dan wali murid dengan mengusung tema Menjemput Masa Depan Gemilang Bersama Al-Qur’an.
Hadir dalam kegiatan ini anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya dr Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Drs H Suhadi M Sahli, Ketua PCM Krembangan Akhwan Hamid MPdI beserta jajaran, Ketua PCA Krembangan Umu Khasanah, dan Ketua Majelis Tabligh PCM Krembangan Muhammad Alimudin SAg.
Kepala SD Muhlas Mursiah SAg MPd menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan bentuk apresiasi terhadap capaian para siswa. “Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.
Mursiah menjelaskan, dari 152 santri yang diwisuda, sebanyak 109 siswa menghafal 1 juz, 11 siswa 2 juz, 16 siswa 3 juz, 5 siswa 4 juz, 6 siswa 5 juz, 3 siswa 7 juz, 1 siswa 9 juz, dan 1 siswa 12 juz. Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ajaran 2025–2026, sekolah akan membuka program baru Muhlas Boarding Class (MBC) untuk mendukung lahirnya lebih banyak penghafal Al-Qur’an.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari dr Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah. Ia memberikan beasiswa tahfidz berupa tabungan pendidikan kepada lima siswa.

Masing-masing Rp 300.000 per bulan selama satu tahun untuk tiga siswa. Sementara dua siswa lainnya, karena sudah kelas 6, masing-masing menerima beasiswa tunai sebesar Rp 1.500.000.
“Saya sangat gembira banyak anak-anak yang mudah menghafalkan Al-Qur’an. Kita berharap tidak hanya dihafalkan, tetapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita dekat dengan Al-Qur’an, In syaa Allah hidup kita akan senantiasa dituntun oleh Allah SWT,” ujar dokter Zuhro.
Ia berpesan kepada para siswa untuk rajin belajar, taat kepada orang tua, menjaga salat lima waktu, dan selalu memegang teguh iman serta takwa di mana pun berada.
“Untuk para orang tua, jangan biarkan anak-anak tumbuh tanpa pendampingan. Terus doakan mereka karena mereka adalah generasi emas masa depan. Sekolah dan orang tua harus bersinergi demi pendidikan anak-anak kita,” tandasnya.
(Yuda/AS)