
Para siswa jenjang kelas 1 SD Muhammadiyah 11 Surabaya (Muhlas) melaksanakan kegiatan outing class. Kegiatan ini diikuti oleh 149 siswa dan 8 guru pendamping yang bertempat di Parimas Waterpark dan Arasa (pabrik onde-onde), Mojokerto.
Kegiatan diawali dengan berdoa bersama di halaman lantai 1 SD Muhammadiyah 11. Hal ini dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan outing class nantinya berjalan dengan lancar dan para peserta dapat kembali pulang ke rumah dengan selamat.
Rombongan menempuh perjalanan dengan menaiki dua bus besar dan satu bus kecil. Perjalanan memakan waktu selama 2 jam 30 menit karena sempat berhenti di rest area terlebih dahulu.

Sesampainya di tempat tujuan, para siswa disambut oleh kakak-kakak dari Nila Outbound dengan sangat baik. Acara pun dimulai dengan sesi perkenalan dan ice breaking. Setelah itu, para siswa langsung masuk ke dalam permainan outbound.
Ada beberapa jenis permainan dalam outbound kali ini, yaitu:
- Membuat bangun datar menggunakan spidol besar yang sudah terikat dengan tali, di mana tiap anak dalam kelompok memegang kendali tiap tali.
- Menyusun beberapa balok menjadi sebuah piramida menggunakan tali.
- Mengeluarkan bola melalui boks yang telah dilubangi di bagian tengahnya.
- Adu cepat meniup bola menggunakan sedotan.
- Estafet bola menggunakan gelas.
- Flying fox.
Kegiatan tersebut diadakan pada Kamis (22/1/2026). Setelah menyelesaikan semua tahapan outbound, para siswa beristirahat sejenak untuk makan dan salat.
Ibadah salat dipimpin langsung oleh Ustadz Yani dengan Ammar sebagai muazin. Para siswa melaksanakan salat jamak qasar Zuhur dan Asar dengan khusyuk, kemudian dilanjutkan dengan sesi makan siang bersama.
Setelah itu, rombongan menuju ke lokasi kedua yaitu Arasa untuk mengikuti cooking class membuat onde-onde. Di sana, mereka disambut oleh kakak-kakak pemandu yang sudah siap dengan segala perlengkapannya.
Sebelum masuk ke dalam area produksi, para siswa diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu agar terhindar dari kuman. Setelah masuk ke dalam ruangan, mereka diperkenalkan dengan bahan utama untuk membuat onde-onde, yaitu tepung dan kacang hijau.
Untuk mencairkan suasana, diadakan sesi ice breaking terlebih dahulu. Siswa yang beruntung dalam permainan tersebut mendapatkan kesempatan untuk mencicipi onde-onde lebih awal. Selain itu, mereka juga diajari “Tepuk Onde-Onde” sebelum mulai praktik membuat onde-onde secara langsung.
Para siswa kemudian dipakaikan celemek dan dibentuk menjadi beberapa kelompok. Masing-masing anak diberikan adonan tepung yang sudah siap, lalu diminta untuk memulihkan adonan tersebut, mengisinya dengan kacang hijau, dan membentuknya menjadi bulat-bulat. Tahap akhir adalah menempeli adonan dengan biji wijen.
Usai kegiatan cooking class, setiap siswa mendapatkan satu kotak berisi empat buah onde-onde siap makan yang terasa lezat sebagai oleh-oleh untuk orang tua di rumah.
Di lokasi tersebut juga tersedia outlet untuk membeli buah tangan seperti onde-onde kukus, onde-onde oven, piala, ote-ote, dan berbagai produk lainnya. Setelah puas berbelanja, seluruh rombongan melanjutkan perjalanan kembali menuju sekolah. (Ira/Fikri)