
Semangat dakwah terpancar dari wajah-wajah siswa SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas). Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, sekolah yang dikenal dengan jargon “Tiada Hari Tanpa Prestasi” ini kembali menerjunkan para dai ciliknya melalui program unggulan “11 Anak Panah” ke berbagai masjid dan musholla di sekitar Surabaya, Senin (9/3/2026).
Program yang kini memasuki tahun ketiga tersebut menjadi ajang bagi para siswa terpilih untuk melatih mental dan kemampuan retorika di hadapan publik. Tidak hanya sekadar tampil, para dai cilik ini membawa misi menyebarkan pesan kebaikan langsung ke jantung masyarakat.
Melahirkan Generasi Berani Berdakwah
Kepala SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Mursiah, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pembentukan karakter pemimpin masa depan.
”Tujuan utama kami adalah membekali siswa-siswi terbaik dengan rasa percaya diri yang tinggi. Kami ingin mereka berani menyampaikan kebenaran dan mampu berdakwah tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan manfaat nyata di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Inovasi Pengabdian: Program ‘Khairu Ummah’
Selain “11 Anak Panah“, Ramadhan tahun ini terasa lebih spesial dengan diluncurkannya program baru bertajuk Khairu Ummah. Program ini dikhususkan bagi siswa kelas 6 sebagai bentuk pengabdian masyarakat (Community Service).
Beberapa aksi nyata yang dilakukan siswa dalam program ini meliputi:
Pertama, Aksi Sosial: Pembagian takjil gratis kepada warga.
Kedua, Adab Masjid: Merapikan perlengkapan shalat dan menata sandal jamaah.
Ketiga, Kemandirian Ibadah: Menjadi muadzin dan petugas iqamah saat waktu Maghrib.
Keempat, Pendidikan: Membantu pengajaran di TPQ/TPA sekitar.
Kelima, Literasi Digital: Membuat kuis interaktif bagi santri serta menyebarkan syiar melalui konten video laporan di media sosial.
Rangkaian Kegiatan Ramadhan 1447 H
Agenda Ramadhan di SD Muhlas tahun ini terbilang sangat padat dan variatif. Dimulai dengan Kirab Ramadhan yang meriah, kegiatan dilanjutkan dengan Kajian Ramadhan bagi guru dan karyawan, Baitul Arqom, Takjil on the Road, hingga Bakti Sosial.
Mursiah berharap, melalui rangkaian kegiatan yang komprehensif ini, siswa tidak hanya terasah secara intelektual, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi.
”Melalui Baitul Arqom dan program pengabdian lainnya, kami berharap dapat memperkuat keimanan siswa sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Kami ingin lulusan SD Muhlas tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia, berprestasi, dan siap menjadi bagian dari generasi Khairu Ummah (umat terbaik) di masa depan,” pungkasnya. (Muri/yupan)