
Acara parenting SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) menjadi semarak dengan penampilan gerak dan lagu dari para siswa kelas 1, Sabtu (24/5/2025)
Para siswa berlengak lenggok mengikuti irama lagu Cublek cublek Suweng yang mampu memukau para wali murid siswa baru tersebut.
Tak hanya itu, sebanyak 10 siswa terlihat percaya diri, gerakan yang lincah dan menggemaskan serta berbalut pakaian khas Jawa menambah suasana kental dengan kearifan budaya lokal.
Ratusan wali murid tersebut memberikan aplouse meriah memenuhi auditorium AR Fachruddin tempat berlangsungnya acara.
Tak hanya menampilkan budaya Indonesia, seluruh pengisi acara adalah siswa kelas 1, yang sebelumnya dibuka dengan lantunan surat Abasa dibacakan secara estafet.
Dengan lancar dan fasih mereka membacakan di depan panggung.
Hal Ini membuktikan SD Muhlas juga membekali nilai-nilai religius, terlihat para siswa mampu menyelesaikan target hafalannya pada jenjang kelas 1 tersebut.
Di sesi terakhir pengisi acara ada pula penampilan puisi dalam berbahasa Inggris.
Ditemui awak media, Koordinator Acara Yuli Indrawati menampilkan bahwa para siswa sebelumnya melakukan persiapan dengan giat berlatih bersama wali kelas.
“Alhamdulillah senang rasanya melihat penampilan mereka dengan penuh percaya diri,” ujarnya.
Alumnus pendidikan bahasa Inggris Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ini juga menegaskan, bahwa belajar tari tradisional dapat semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak dini.
“Selain melestarikan budaya Indonesia para siswa juga diajak berwawasan global melalui puisi berbahasa Inggris, karena SD Muhlas sudah memulai kelas Kurikulum Cambridge tahun 2025 ini,” ungkapnya.
Dengan demikian melalui kegiatan ini, dapat melatih keberanian dan kepercayaan diri setiap anak.
Selain itu, diharapakan wali murid baru tahun ajaran 2026/2027 juga semakin yakin memilih SD Muhammadiyah 11 Surabaya sebagai tempat pendidikan terbaik bagi putra-putrinya.
Karena di SD Muhlas akan memberikan pendidikan yang menyeluruh, yakni kreatifitas, akademik, dan berwawasan Internasional, serta nilai-nilai religius yang menjadi bekal baik di dunia maupun di akhirat.
“Semoga dengan kegiatan parenting dan semarak pengisi acara mampu menguatkan sinergi antara siswa, orang tua, dan sekolah yakni guru,” pungkas guru yang murah senyum ini. (Ryas Baiti Jannah)