Sekolah Prestasi SD Muhammadiyah 11 (SD Muhlas) Surabaya melaksanakan puncak gelar Unjuk Kerja dan Karya (UKK) kelas 6 tahun pelajaran 2024/2025. 

Kepala SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Mursiah, menyampaikan puncak gelar karya kelas 6 kali ini mengusung tema “Sejuta Aksi, Meraih Prestasi”.

“Kegiatan tersebut diikuti oleh 25 kelompok dari 147 siswa kelas 6 dengan 25 produk, ada tas, pot, handuk, dan keset, harganya pun bervariasi dari 20 ribu hingga 50 ribu rupiah, yang kesemuanya bahannya dari daur ulang yang dimanfaatkan, sehingga ada berkelanjutan penggunaan bahan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut Mursiah menambahkan tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut adalah bagaimana para siswa mampu menghadirkan kreasi, tidak hanya diasah bidang akademik nyasaja, namun kemampuan bidang lainnya, sehingga anak-anak mempunyai life skill dan karya.

“Ketika ada barang-barang di rumah, anak-anak bisa memanfaatkan, juga akan melatih anak-anak public speaking, berani tampil, serta belajar bagaimana membuat laporan kegiatan yang resmi,” tuturnya dalam keterangan pers, Kamis (22/5/2025). 

“Saya juga sangat mengapresiasi kemampuan siswa dalam mengubah bahan bekas menjadi sesuatu yang sangat berguna dan memiliki nilai estetika. Ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif,” imbuhnya.

Karya ini, sambung Mursiah, tidak hanya menunjukkan kreativitas dan inovasi, tetapi juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya mengurangi sampah dan mengembangkan lingkungan yang lebih hijau.

“Saya berharap bahwa karya ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi mereka dalam membuat karya yang unik dan berguna,” harapnya.

Sementara itu, Pengawas Sekolah Dasar Wilayah Surabaya Utara, Mudjoko sangat mengapresiasi kegiatan puncak gelar UKK kelas 6 SD Muhlas.

“UKK yang dilaksanakan oleh para siswa kelas 6 SD Muhammadiyah 11 Surabaya sangat luar biasa. Di sini anak-anak dilatih untuk mengimplementasikan keterampilan abad 21, diantaranya ada 4C,” imbuhnya.

Maksud dari 4C tersebut, sambung Mudjoko adalah singkatan dari empat kompetensi penting yang harus dikuasai peserta didik di abad ke-21, yaitu Critical Thinking (berpikir kritis), Creativity (kreativitas), Communication (komunikasi), dan Collaboration (kolaborasi). 

“Mudah-mudahan, dari apa yang dilakukan anak-anak SD Muhlas ini bisa diimplementasikan didalam kehidupan sehari-hari, baik kreatif, inovatif, kolaboratif, maupun komunikatif nya, sehingga mereka di masa depan bisa survive dengan kondisi yang akan datang,” pungkasnya. (idc/s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *