
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan mematangkan persiapan peresmian gedung baru Muhlas Boarding Class (MBC) sekaligus peluncuran berbagai program unggulan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Rapat koordinasi panitia digelar di SD Muhammadiyah 11 (SD Muhlas) Surabaya, Ahad (19/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya yang juga Ketua PCM Krembangan periode 2010–2015 sekaligus Tenaga Ahli Kemendes, M Arif An SH MPd, serta Dewan Pengawas RPH Surabaya Ach Zainul Arifin STPar MH.
Panitia berencana mengundang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu’ti MEd untuk meresmikan gedung yang diproyeksikan menjadi pusat penggerak ekonomi dan dakwah di kawasan Krembangan tersebut. Selain peresmian gedung, menteri juga diagendakan meluncurkan program unggulan dari berbagai AUM, mulai dari lingkungan masjid hingga panti asuhan.
Ketua panitia Mursiah mengatakan, agenda puncak dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei 2026 di sepanjang Jalan Dupak Bangunsari. Panggung utama dipusatkan di Jalan Tengah Dupak Bangunsari.
Lokasi ini dipilih karena memiliki nilai historis kuat bagi warga Surabaya, khususnya terkait perjuangan panjang Muhammadiyah dalam upaya pembebasan kawasan tersebut dari praktik lokalisasi.
”Perhelatan ini menjadi simbol transformasi wilayah yang dulunya dikenal kelam menjadi kawasan yang lebih religius, produktif, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Untuk menyukseskan gelaran ini, panitia memastikan akan mengundang berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, hingga jajaran pemerintah daerah.
Mursiah menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ajang silaturahim besar keluarga Muhammadiyah.
“Kami mengundang seluruh elemen persyarikatan, mulai dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, PDM, hingga jajaran PCM se-Surabaya untuk hadir dan merayakan syiar ini bersama,” ujarnya.
Dia menambahkan, panitia juga mengundang Wali Kota Surabaya serta Gubernur Jawa Timur.
“Ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah, adalah kunci membangun peradaban yang lebih baik di Surabaya,” imbuhnya.
Acara pada 1 Mei mendatang diprediksi menyedot perhatian publik, tidak hanya karena kehadiran tokoh nasional, tetapi juga karena kemasan acara yang mengusung semangat sejarah, kemandirian ekonomi melalui gedung MBC, serta pencanangan program-program unggulan sebagai wajah baru dakwah Muhammadiyah di Krembangan.
(Muha/AS)