Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah, menghadiri dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya prosesi Wisuda Tahfidzul Qur’an ke-V SD Muhammadiyah 11 (SDM 11) Surabaya, Rabu (3/6/2026).

​Acara yang berlangsung khidmat di Auditorium AR. Fachruddin lantai 4 ini berhasil meluluskan 130 santri penghafal Al-Qur’an untuk tahun ajaran 2025/2026.

​Dalam wawancaranya kepada wartapoint.id, legislator yang akrab disapa dokter Zuhro ini mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya menyaksikan capaian luar biasa para generasi muda tersebut. Bahkan, ia menyoroti adanya sejumlah siswa yang telah berhasil menghafal hingga 7 juz Al-Qur’an.

”Alhamdulillah, tadi saya sempat hadir di acara Tahfidzul Qur’an SD Muhammadiyah 11. Ada beberapa anak yang sudah hafal 7 juz. Ini adalah suatu pencapaian secara keilmuan yang sangat bagus,” ujarnya.

Bukan Sekadar Hafalan, Tetapi Diamalkan

​Kendati memberikan pujian setinggi langit, tokoh perempuan Surabaya ini juga menitipkan pesan mendalam bagi para wisudawan dan orang tua. Menurutnya, esensi dari berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada tahapan menghafal tekstual semata.

​”Saya juga harus mengingatkan bahwasanya Al-Qur’an itu tidak hanya dihafal, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

​Ia menambahkan, proses belajar Al-Qur’an baru akan sempurna ketika nilai-nilai yang terkandung di dalamnya teraplikasikan menjadi karakter dan perilaku nyata. Dengan begitu, fungsi Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia (Hudal lin nas) dapat benar-benar tecermin dalam pola hidup anak-anak sehari-hari.

Harapan Besar untuk Seluruh Murid

​Menutup pernyataannya, dokter Zuhro menyampaikan harapan besar bagi masa depan seluruh murid di sekolah yang dikenal dengan jargon SDM Eleventh tersebut. Ia berharap nilai-nilai Al-Qur’an mampu menjadi kompas moral di tengah tantangan zaman.

​”Kita berharap semua murid yang ada di Muhammadiyah 11 menjadikan Al-Qur’an sebagai way of life atau jalan hidupnya. Sehingga, semuanya itu harus menggambarkan bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang akan mengarahkan kehidupan mereka di kemudian hari,” pungkasnya.

​Prosesi wisuda ke-V ini menjadi bukti nyata komitmen lembaga pendidikan Islam di Surabaya dalam mencetak generasi emas yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga matang secara spiritual. (yupan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *