SD Muhammadiyah 11 Surabaya atau yang akrab dikenal sebagai SD Muhlas terus berkomitmen membentuk profil lulusan yang berkarakter dan berakhlak mulia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program pengabdian masyarakat.

Program yang bertajuk “Khoirul Ummah” ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 6, sebagai gerakan pengabdian dan kepemimpinan siswa yang diawali dengan kegiatan pembekalan, Kamis (5/3/2026).

Pembekalan bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai konsep kegiatan, pembagian tugas, serta nilai-nilai yang harus dijaga selama program berlangsung.

Bertempat di aula lantai empat, acara pembekalan dibuka oleh Kepala SD Muhlas, Mursiah MPd, dengan menekankan kepada siswa pentingnya menjalankan kegiatan dengan penuh tanggung jawab dan kesadaran.

“Anak-anak harus melaksanakan kegiatan ini dengan baik. Belajarlah untuk antre, bersabar, serta bekerja dengan cermat dan hati-hati. Jagalah sikap saat berinteraksi dengan masyarakat dan gunakan kata-kata yang baik serta sopan,” pesannya.

Wanita yang juga sebagai Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembagan ini juga menegaskan bahwa program ini menjadi momentum bagi siswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang telah dipelajari di sekolah.

“Semoga ilmu akhlak dan ilmu komunikasi yang selama ini diajarkan di SD Muhlas dapat benar-benar diterapkan dalam kegiatan ini,” pungkasnya.

Konsep dan Pembagian Tugas Program Khoirul Ummah

Di tempat yang sama, Wakasek bidang Kurikulum Ismuba (Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), Ahmad Mujaddid RA SH MPd menyampaikan bahwa pelaksanaan program Khoirul Ummah, siswa akan terjun langsung melakukan berbagai bentuk pelayanan sosial di masjid atau musholla.

“Kegiatan yang dilakukan meliputi pembagian ta’jil kepada masyarakat, merapikan perlengkapan shalat seperti mukena dan sajadah, membantu penataan sandal jamaah, menjadi muadzin dan petugas iqamah shalat Maghrib, hingga membantu kegiatan TPQ/TPA seperti membimbing iqra’, menyimak hafalan, serta mengajarkan doa-doa harian,” ungkapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelompok, dengan jumlah sekitar 11–12 siswa per tim dan didampingi oleh seorang guru pembimbing. Program ini akan dilaksanakan pada 9–10 Maret 2026. Dan dikoordinasikan dengan takmir masjid atau musholla setempat agar kegiatan berjalan tertib dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Masih dengan Ustad Mujaddid sapaan akrabnya, projek pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari rangkaian tugas akhir kelas 6.

“Karena itu, pelaksanaannya akan dinilai secara serius oleh Tim ISMUBA. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, setiap kelompok wajib menyusun esai narasi sebagai laporan kegiatan,” imbuhnya.

Selain penilaian akademik, sekolah juga akan memberikan apresiasi “Duta Khoirul Ummah” kepada siswa yang menunjukkan sikap terbaik selama kegiatan berlangsung. Penghargaan ini diharapkan mampu memotivasi siswa untuk terus menebar kebaikan dan menjadi teladan di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang peduli, berakhlak, dan siap menjadi agen kebaikan di tengah masyarakat.

(Fajar Arum/Mujaddid/Muri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *