
Mengakhiri rangkaian kegiatan Baitul Arqam 1447 Hijriyah, SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) menggelar aksi sosial yang menyentuh hati. Pada Jumat (13/3/2026), puluhan siswa kelas 6 turun langsung membagikan ratusan paket takjil kepada jamaah di sejumlah musholla sekitar sekolah.
Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan, melainkan upaya sekolah untuk mendekatkan siswa dengan rumah ibadah serta mengasah rasa kepedulian sosial sebelum mereka lulus dari bangku sekolah dasar.
Sinergi Kuat Sekolah dan Orang Tua
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari peran aktif paguyuban wali murid kelas 6. Berkat kerja sama yang solid, sebanyak 180 paket takjil berhasil dihimpun. Setiap paket berisi:
- Nasi kotak
- Snack (kue ringan)
- Air mineral
- Minuman segar (es teh)
Seluruh paket tersebut disalurkan ke tiga musholla di bawah naungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, yaitu Musholla Al Hadi, Musholla Ukhuwah Islamiyah, dan Musholla Al Bayan.
Membangun Karakter di Luar Kelas
Kepala SD Muhlas, Mursiah, MPd, menjelaskan bahwa, pelibatan siswa secara langsung dalam pembagian takjil adalah investasi karakter. Ia berharap pengalaman ini membekas di hati para siswa.
“Kami ingin siswa memiliki pengalaman berharga yang tertanam di hati mereka. Sikap empati dan peduli lingkungan adalah bekal utama bagi kehidupan mereka di masa depan,” tegas Mursiah yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Kader PCM Krembangan.
Mursiah juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wali murid yang terus mendukung program sekolah. Ia pun juga berharap sinergi ini tetap istiqamah demi mencetak generasi yang shalih dan shalihah.
Kesan Mendalam Bagi Siswa
Antusiasme terpancar dari wajah para siswa, salah satunya Farhatul Kamelia Adilah. Siswi kelas 6 Azh Zhahir yang telah menghafal 6 juz Al-Qur’an ini mengaku mendapat pengalaman baru yang menyenangkan.
”Senang sekali bisa membagikan takjil langsung. Saya jadi bisa kenal warga sekitar, makan bareng di musholla, dan tambah teman baru,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SD Muhlas membuktikan bahwa pendidikan agama tidak hanya berhenti pada teori di dalam kelas, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas. (Muriyono)