Suasana hangat menyelimuti aula SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) pada Sabtu (28/3/2026). Setelah lebih dari sepekan menikmati libur Idul Fitri, seluruh guru dan karyawan kembali berkumpul dalam balutan nuansa Syawal untuk melaksanakan rapat koordinasi perdana sekaligus momen saling bermaafan.

​Acara yang menjadi titik awal dimulainya aktivitas sekolah ini dibuka dengan khidmat melalui pembacaan murajaah yang dipandu oleh guru BTQ, Ustadzah Suharohati.

Menjaga Spirit Ramadhan di Luar Bulan Suci

​Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Robica, M.Pd. memberikan tausiah singkat yang menggugah semangat spiritual para pendidik. Ia mengingatkan bahwa berakhirnya Ramadhan bukan berarti berakhir pula semangat dalam beribadah.

​”Bulan Ramadhan disebut sebagai Syahrul Ibadah. Oleh karena itu, mari kita tetap istiqomah menjalankan kebiasaan baik tersebut di luar bulan Ramadhan, hingga InsyaAllah kita dipertemukan kembali pada Ramadhan berikutnya,” ujarnya.

​Ia menekankan lima amalan rutin yang harus tetap dijaga oleh keluarga besar SD Muhlas, yaitu:

  1. Tadarus Al-Qur’an sebagai komitmen literasi religi.
  2. Sedekah untuk melatih kedermawanan.
  3. Shalat Lail untuk memperkuat koneksi spiritual.
  4. Majelis Ilmu sebagai sarana belajar berkelanjutan.
  5. Kepedulian terhadap lingkungan serta sesama manusia.

​”Semoga kita semua meraih predikat Al Muttaqin dan menjadi hamba Allah yang peduli, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat,” imbuhnya.

Sinergi Menuju Pendidikan yang Mencerahkan

​Usai siraman rohani, agenda berlanjut ke sesi formal yakni laporan dari masing-masing koordinator bidang. Mulai dari urusan Kurikulum Umum, Kesiswaan, hingga Sarana dan Prasarana (Sarpras) menyampaikan evaluasi dan rencana kerja ke depan.

​Momen rapat ini terasa semakin spesial dan akrab berkat hidangan jajan pasar tradisional dan minuman hangat yang menemani diskusi para guru. Suasana santai namun serius ini menjadi wadah efektif untuk memperkuat komunikasi internal.

Komitmen SD Muhlas

Pertemuan perdana ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan wujud komitmen SD Muhlas dalam menjalin sinergi yang kuat. Dengan komunikasi yang baik antar lini, sekolah optimis dapat terus memberikan layanan pendidikan yang maju, modern, dan mencerahkan bagi seluruh siswa. (Muriyono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *