Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) menggelar workshop tentang Deep Learning atau biasa disebut dengan Pembelajaran Mendalam pada Senin (29/6/2026)

Acara yang bertajuk “Semakin Mendalam, semakin Bermakna dan semakin Asyik” ini menghadirkan dua narasumber sekaligus, yakni Drs. H. Mudjoko, M.Si., dan Ria Pusvita Sari, M.Pd.

Mudjoko membuka paparannya dengan memotivasi 45 guru SD Muhlas yang hadir untuk menuliskan sesuatu yang berkesan atau membanggakan yang pernah dialami selama 1 tahun ajaran 2025-2026.

Pria yang menjabat sebagai Pengawas dan Pembina Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Surabaya Wilayah 5 ini melanjutkan paparannya tentang pembelajaran mendalam.

Dengan penyampaian yang komunikatif sehingga para peserta workshop tersebut sangat antusias dan memperhatikan dengan penuh semangat.

“Guru adalah pembelajaran sejati, maka melalui workshop ini mari kita ciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif berpusat pada siswa,” ujar Mudjoko.

Ia kemudian menyampaikan hal-hal yang harus dilakukan dalam menyusun kerangka pembelajaran mendalam mulai dari menentukan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru 2025 hingga Tujuan Pembelajaran (TP).

Sementara itu narasumber kedua, Ria Pusvita Sari M.Pd. selaku Fasilisator Nasional Pembelajaran Mendalam tersebut mengupas tentang Solo Taxonomy.

“Guru-guru Muhammadiyah harus berupaya menciptakan pembelajaran yang hidup dengan mengajak siswa lebih kreatif dan kritis,” ujarnya.

Menurutnya, taksonomi SOLO (Structure of Obeserved Learning Outcomes) sebagai kerangka berpikir untuk menilai kedalaman pemahaman siswa.

“Dalam taksonomi tersebut, untuk melihat bagaimana kualitas pemahaman meningkat, dari permukaan menuju pemahaman yang lebih kompleks dan mendalam,” jelasnya.

Kemudian wanita yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Dikdasmen-PNF Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah tersebut melalui slide demi slife PPT memberikan beberapa contoh kerangka Taksonomi SOLO.

Workshop SD Muhlas yang dilaksanakan selama dua hari, yakni Senin-Selasa, 29-30 Juni tersebut diiisi dengan penyampaian materi oleh narasumber dan hari kedua sebagai praktik membuat perangkat pembelajaran yang kreatif, inovatif dan komunikatif bagi siswa untuk bisa diterapkan dalam pembelajaran nantinya di tahun ajaran 2026-2027.

Kepala SD Muhlas Mursiah S.Ag, M.Pd. berharap bahwa dengan dilaksanakan worshop tersebut sebagai momentum untuk terus bertumbuh sebagai guru pembelajar yang senantiasa meningkatkan kualitas diri.

“Guru yang hebat bukanlah guru yang berhenti belajar, tetapi guru yang terus memperbaiki diri. Melalui workshop ini, mari kita belajar dengan hati yang terbuka, berdiskusi dengan semangat, dan berkolaborasi untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” pesannya. (Muriyono/yupan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *