
Pemerintah Kota Surabaya bersiap memulai pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Berbeda dengan sekadar pengenalan fisik sekolah, program tahun ini dirancang secara edukatif dan inklusif dengan menitikberatkan pada empat pilar utama: penguatan karakter, literasi digital, edukasi antinarkoba, serta pemeriksaan kesehatan bagi seluruh siswa baru.
Langkah ini mendapat apresiasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya. Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara menyeluruh tanpa adanya praktik perpeloncoan.
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Hj. Zuhrotul Mar’ah Lailatusholichah, menegaskan bahwa momentum MPLS tidak boleh hanya terjebak pada kegiatan seremonial tahunan. Hari pertama sekolah harus menjadi fondasi kokoh untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.
”Ini merupakan kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, serta semangat belajar kepada para peserta didik sejak hari pertama mereka memasuki lingkungan sekolah,” ujar Dokter Zuhro, Ahad (12/7/2026).
Karakter dan Etika Bermedia Sosial
Legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menggarisbawahi bahwa pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan pembiasaan positif yang konsisten sejak dini. Sekolah diharapkan mampu mengubah paradigma MPLS menjadi ruang yang menyenangkan sekaligus mendidik, sehingga siswa dapat beradaptasi dengan nyaman dan aman dari tindakan yang melanggar prinsip perlindungan anak.
Di sisi lain, seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi, penguatan literasi digital kini menjadi kebutuhan yang mendesak bagi generasi zilenial dan alfa. Menurut Zuhrotul, kecakapan mengoperasikan gawai harus diimbangi dengan kecerdasan moral di ruang digital.
”Generasi sekarang hidup di era digital. Karena itu mereka tidak cukup hanya pandai menggunakan gawai, tetapi juga harus memiliki etika digital, mampu menyaring informasi, serta bertanggung jawab dalam bermedia sosial,” tutur Ketua PUAN Kota Surabaya tersebut.
Materi MPLS terkait literasi digital dipandang krusial untuk membentengi siswa dari ancaman penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), penipuan digital, hingga pentingnya perlindungan data pribadi.
Investasi Masa Depan dan Deteksi Dini Kesehatan
Selain tantangan di dunia maya, tantangan nyata seperti ancaman narkotika juga menjadi perhatian serius dalam MPLS kali ini. Dimasukkannya materi pencegahan penyalahgunaan narkoba dinilai sebagai investasi penting untuk menyelamatkan masa depan generasi muda. Zuhrotul menekankan bahwa aspek pencegahan jauh lebih efektif daripada penindakan hukum di kemudian hari.
”Anak-anak harus memahami sejak awal bahwa narkoba dapat menghancurkan masa depan mereka. Kolaborasi sekolah, orang tua, pemerintah, dan aparat menjadi kunci agar lingkungan pendidikan benar-benar aman bagi peserta didik,” katanya.
Tak hanya aspek mental dan moral, kesiapan fisik siswa baru juga diperhatikan melalui program pemeriksaan kesehatan massal di awal masuk sekolah. Melalui langkah deteksi dini ini, kondisi kesehatan siswa dapat dipetakan dengan baik sehingga proses belajar mengajar ke depan dapat berlangsung secara optimal.
Mengharap Sinergi Orang Tua
Keberhasilan program MPLS Ramah Anak ini diakui tidak bisa bertumpu pada pundak sekolah semata. Anggota Komisi D DPRD Surabaya ini pun mengajak para orang tua untuk aktif mendampingi putra-putrinya, terutama selama menjalani masa transisi dari jenjang pendidikan sebelumnya. Keterlibatan keluarga memegang porsi besar dalam membangun kedisiplinan dan semangat belajar anak di rumah.
Pelaksanaan MPLS Ramah Anak 2026/2027 ini menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang aman, inklusif, dan berkualitas.
”Semoga lahir generasi Surabaya yang sehat, berkarakter, berprestasi, cinta tanah air, memiliki akhlak mulia, cakap digital, serta mampu menjadi penerus bangsa yang membanggakan,” pungkasnya. (yupan)