Pemandangan berbeda dari hari biasanya terlihat di halaman SD Muhammadiyah 11 Surabaya (SD Muhlas) pada Sabtu (10/10/2026). Ratusan calon siswa baru bersama para orang tua tampak memenuhi area sekolah sejak pagi hari untuk mengikuti kegiatan Trial-Class Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2027–2028.

​Sejak memasuki pintu gerbang, kedatangan para calon murid dan orang tua disambut penuh kehangatan serta keceriaan oleh panitia. Usai melakukan registrasi, tak sedikit dari para orang tua memanfaatkan kesempatan untuk berswafoto di photobooth ciamik yang disediakan tepat di sebelah meja pendaftaran.

​Kegiatan Trial-Class ini diikuti sebanyak 150 calon siswa baru yang terbagi ke dalam dua sesi pelaksanaan, yaitu:

​Masing-masing sesi diikuti oleh 75 siswa yang didistribusikan ke dalam lima ruang kelas pembelajaran. Setiap kelas diisi oleh 15 siswa dan didampingi oleh 2 guru pembina.

​Selama kegiatan berlangsung, seluruh calon siswa mendapatkan materi dasar, pengenalan lingkungan sekolah, serta sesi spesial pengenalan kelas internasional (International Class) yang menghadirkan penutur asing (native speaker) asal Italia, Mr. Feb.

​Sementara para anak beraktivitas di kelas, para orang tua murid berkumpul di aula lantai dua untuk menyimak pemaparan materi motivasi serta penyamaan persepsi yang disampaikan langsung oleh Kepala SD Muhlas, Mursiah, S.Ag., M.Pd.

​Kuota Kelas Terpenuhi Lebih Awal

​Dalam kesempatannya, Mursiah menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepercayaan masyarakat yang begitu besar terhadap SD Muhlas. Ia mengonfirmasi bahwa kuota penerimaan murid baru untuk tahun ajaran 2027–2028 telah terpenuhi sepenuhnya.

“Alhamdulillah, antusiasme para orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya di SD Muhlas ini sangat tinggi. Untuk itu, sebagai langkah awal kami kenalkan pendidikan di SD Muhlas melalui Trial-Class ini,” ungkap Mursiah.

Mursiah, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, menegaskan bahwa agenda Trial-Class diselenggarakan untuk membangun fondasi sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua sejak dini.

“Semoga dengan terlaksananya Trial-Class ini, sekolah dan orang tua akan terjalin sinergi yang kuat dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan berakhlakul karimah,” pungkasnya. (Muriyono)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *